Jumat, 02 Desember 2011

Surat dari Calon Pasienku


Terdiam dalam sunyi. Ku tatap tumpukan handout yang mau tidak mau harus kubaca malam ini.
‘Kenapa baru malam ini?!’, tanya hati kecilku sedikit marah. ‘Ya mau gimana?! Agh! Jangan Protes terus!’, jawab hati ku ntah dari sisi yang mana.
Ramai.. dan hatiku berperang..
Otakku kelu. Hanya sanggup menatap dari jauh percakapan sengit hati-hati ku.
Dan…, sebuah benda asing bernama penyesalan mampir mengetuk pintu hatiku, penyesalan dengan spesies memilih jurusan..
‘Buat apa dia datang?’
Fiuh… Ya.., tak lain dan tak bukan adalah memancing amarah tuk keluar dari tempat semedinya. Namun, otakku yang sedari tadi kelu, bangkit bak disambar petir dengan gaya otoritasnya, memerintah tangan membuka sesuatu yang tersentuh oleh mata.
Surat
Lembar sebuah surat
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Selamat pagi calon dokterku :) Mengapa pagi ini engkau terlihat lesu? (bagaimana jika aku memanggilmu caldokku? Tidak keberatan kan? :))
Hm..aku dengar pelajarannya berat ya? Dan banyak juga ya? Dan apa lagi ya? :D
Maafkan aku caldokku, karena engkau harus belajar keras demi aku :(.. calon pasienmu..
Tapi
wahai calon dokterku…
Tahukah engkau..
Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat..
Karena ia begitu mulia dan sangat berharga dimataku..
Segala talenta terpatri dalam jiwanya
Mulai dari konumikasinya yang menghangatkan jiwa,
Keahlian seorang detektif dalam diagnosanya,
Jiwa seorang guru yang memberi pengertian pada pasiennya,
Kemampuan persuasifnya..
Kesabaran, kegigihan, keuletan, dan tanggungjawab yang diembannya…
Sifat rela berkorbannya, keikhlasannya.. dan masih banyak lagi yang tak bisa ku sebutkan..

Terima kasih calon dokterku, karena saat ini, engkau belajar, memahami, mencerna dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku.. calon pasienmu..
Waktumu dalam belajar, berorganisasi membentuk karakter, berlatih mengasah skill, engkau lakukan demi aku kelak, calon pasienmu..
Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan..
Dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku.. pasienmu kelak..
Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa..  sungguh mulianya dirimu… dan ku yakin engkau akan berkata ‘tidak, tidak usah dibalas, dan saya hanya manusia biasa, Sang Pencipta yang berkuasa’ :)

Aku di sini selalu berharap engkaulah yang dipilih Sang Pencipta untuk merawatku kelak, layaknya seperti manusia, ketika aku sakit, ketika aku membutuhkan semangat untuk hidup, dan ketika aku butuh akan perhatian..

Maka dari itu, tersenyumlah.. Aku senang melihatmu tersenyum..:) karena dengan senyummu saja sakit yang kurasa bisa sirna :D
Calon dokterku,
Sudah terlalu banyak dokter yang tidak mengerti tugasnya, melupakan hatinya, dan tidak mengakui bahwa betapa mulianya ia..
Dan karena itu lah aku selalu menunggumu karena aku percaya kelak engkau tidak seperti mereka
Dan karena aku percaya engkau adalah seorang dokter yang berbeda..
Seorang dokter yang akan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati
Seorang dokter yang selalu berusaha sekuat tenaga demi keceriaan pasiennya meski Yang Maha Kuasa menggariskan sesuatu yang bernama takdir padanya.

Aku ingin segera memanggilmu dokter. Dan bukan caldok lagi. Bukankah engkau juga ingin segera mendengarnya? :) Namun, aku mengerti pelajaran itu tidaklah semudah yang mereka bayangkan, maka berjuanglah caldokku.. aku.. calon pasien pertamamu.. akan selalu menantimu..

Aku akan terus memohon kepada Yang Kuasa agar dapat bertemu denganmu dan mewujudkan impianku untuk menyapamu ‘dokter…’ di ruang praktekmu, pagi itu… :)

Ttd.
Calon Pasien Pertamamu- Ibu yang selalu merindukanmu :)

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Semangat Kolegaku! Banyak orang yang telah menunggu kita sebagai dokter yang profesional.
Jangan menyerah! Mari berjuang bersama dan saling mengingatkan.
Setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Hanya saja kita butuh kesabaran untuk mencapainya.
“Jika matahari ibarat kesulitan dan hujan ibarat kesuksesan maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi” 
Semangat!

Disadur dengan izin dari Notes Seorang Sahabat

"Notes diatas hanyalah satu dari ribuan inspirasi yang ada didunia. Banyak sekali hal-hal disekeliling kita yang kita anggap remeh, namun sebenarnya memiliki makna yang luar biasa karena kehadirannya. Termasuk diri kita sendiri. Percaya bahwa diri kita adalah makhluk yang luar biasa merupakan salah satu wujud syukur kita terhadap Sang Pencipta. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Jika kita sejenak menengok kebelakang, perjalanan hidup yang telah kita lalui sudah cukup panjang, sayang untuk menghentikan perjuangan yang telah kita perjuangkan. Karena telah banyak orang yang menunggu kita didepan, teman-teman dan sahabat yang selalu menemani kita dikala senang maupun sedih, kakak-kakak kita yang senantiasa menyemangati kita, guru-guru kita yang senantiasa membimbing kita hingga kita mampu dan tentu saja kedua orang tua kita yang rela mengorbankan segalanya demi kita, demi melihat buah hati kesayangannya pulang membawa kabar gembira, dan disaat tiba waktunya untuk mereka menghadap-Nya nanti, kedua orang tua kita telah merasa bahagia karena apa yang mereka perjuangkan selama ini tidaklah sia-sia."

Rabu, 23 November 2011

Kisah Seorang Pianis Dan Anak Kecil di Rusia


Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

siapa aja y yang tergabung di sini??

Rizal Rahmanda Akbar

Obi Candra Kapisa (yang pake kacamata)

Ike Widyaningrum (pake kerudung hijau)

Lidia Mahdi (yang pake kerudung)

Arif Ismail (yang pake jaket abu2 n kacamata)

  
Wahyu Febrianto